Mengapa Harus Pusing Dengan Klout?

Beberapa hari ini dunia blog dihebohkan kembali dengan Klout. Sebenarnya Klout ini sudah ada semenjak dulu. Saya mengenak Klout ini semenjak tahun 2011 lalu. Saya masih ingat waktu itu aku sangat tidak peduli dengan Klout alasannya yaitu memang aku tidak tahu apa gunanya Klout. Mengapa banyak orang yang memusingkannya.

Klout yaitu situs yang cukup dapat diperhitungkan di dunia blog. Apalagi untuk blogger yang berurusan dengan paid review. Klout ini memilih seberapa populer seorang blogger di mata sosial. Klout ini memakai parameter Klout score, 1 sampai 100. Semakin tinggi skornya, maka semakin bagus. Untuk mendapat skor yang tinggi, kau harus tergabung dan aktif di banyak media sosial. Tak hanya aktif sih, tapi kau harus berpengaruh. Setidaknya saat kau menciptakan status atau tweet, eksklusif ada yang komentar atau retweet. Gampangnya begitu.

Banyak sekali blogger yang memusingkan Klout score ini. Padahal bersama-sama Klout tidak begitu dibutuhkan. Ada hal lain yang dapat dijual dari sebuah blog. Jika kau seorang blogger dan belum pernah mendapat job review, aku sarankan perbaiki cara kau ngeblog. Perhatikan goresan pena kamu, apakah sudah baik atau tidak. Berapa jumlah artikel yang kau tulis tiap bulan? Selain itu apakah kau sudah rajin blogwalking, tentunya dengan cara blogwalking yang benar dan efektif?

Di luar sana, ada yang tidak mensyaratkan Klout score untuk mendapat job review. Kamu hanya perlu blog dengan domain berbayar. Setelah itu, perbagus blog-mu sampai Domain Authority (DA) minimal 20. Selain itu, ada perusahaan yang tidak melihat DA, tapi melihat Page Rank (PR). Jika blog kau minimal PR 1, maka itu sudah cukup untuk menghasilkan uang dari blog milikmu. Jadi, mengapa harus pusing dengan Klout?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Harus Pusing Dengan Klout?"

Posting Komentar