10 Fase Seorang Blogger (Bagian 3)

Untuk mendapat pemahaman yang utuh, saya sarankan kau membaca bab sebelumnya di 10 Fase Seorang Blogger (Bagian 2).

8. Fase Membayar Penulis

Fase berikutnya ialah membayar penulis. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi alasannya kau sudah kualahan untuk menangani blog kau yang banyak. Saya pun juga pernah melakukannya, membayar penulis untuk mengisi konten blog saya.

Untuk mendapat penghasilan yang banyak, tentu saja selain bermain kualitas, kau juga harus bermain dalam ranah kuantitas. Semakin banyak blog kamu, maka umumnya akan semakin banyak kemungkinan kau mendapat penghasilan yang lebih besar. Ibarat memancing ikan, maka mustahil ikan bisa tertarik kalau umpannya ialah batu. Ada biaya untuk mendapat penghasilan.

9. Fase Memperdalam Ilmu Ngeblog


Semakin kau mendalami seluk beluk ngeblog, maka kau akan semakin haus akan ilmu dunia blog. Kamu akan mempelajari hal-hal lain yang ternyata juga memperngaruhi trafik blog maupun penghasilan. Banyak sekali blogger-blogger pemula yang frustasi alasannya mereka berpikir bahwa blog tidak harus mempunyai ilmu. Padahal kalau dihitung, aneka macam ilmu yang bersinggungan dengan blog.

Untuk menciptakan template sendiri, kau harus bisa coding HTML, CSS, dan JavaScript. Untuk desainnya kau setidaknya harus belajar Photoshop, Inkscape, dan sejenisnya. Untuk meningkatkan trafik, kau juga harus memahami seluk beluk SEO dan social marketing. Masih banyak ilmu lainnya yang bisa kau pelajari untuk meningkatkan kualitas ngeblog kamu. Semakin berkualitas dirimu, maka semakin mahal hargamu #lebay.

10. Fase Banyak Promosi

Fase terakhir ialah banyak promosi. Setelah kau mengalami 9 fase tersebut, maka kau akan beranjak kepada meningkatkan secara optimal promosi. Kamu akan lebih sering melaksanakan branding terhadap blog-blog yang kau buat. Konten dan lainnya, semua sudah ditangani oleh orang yang kau bayar. Kamu hanya cukup menganalisis apa yang terjadi ketika kau menciptakan status promosi di media sosial.

Fase ini belum saya alami alasannya memang blog-blog saya masih perlu perhatian saya alasannya saya belum bisa membayar banyak penulis atau menemukan penulis yang cocok. Beberapa bulan yang kemudian saya sudah menemukan penulis yang pas. Tulisannya elok dan natural. Dan yang terpenting ialah harga tulisannya terjangkau. Namun, semenjak Agustus 2015 ini beliau sudah sibuk dengan aktivitasnya dan tidak bisa membantu saya lagi. Mungkin kau yang membaca artikel ini dan punya kemampuan menulis yang bagus, kau bisa hubungi saya di email hai(at)iskael(dot)com dengan subjek "Tawaran Penulis".

Itulah sepuluh fase yang mungkin dialami oleh kebayakan blogger yang ada ketika ini. Jika kau ingin menjadi seorang blogger, kuncinya ialah sabar, tekun, dan tidak malas belajar. Mengapa dihentikan malas belajar? Karena dunia blog selalu berkembang. Ilmu SEO tahun kemudian belum tentu bisa diterapkan di tahun ini.

Setidaknya dengan mengetahui fase-fase tersebut, kau bisa lebih semangat lagi untuk ngeblog. Karena bisa jadi kau tinggal langkah sedikit lagi untuk bisa menghasilkan banyak uang dari ngeblog. Yuk semangat ngeblog!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Fase Seorang Blogger (Bagian 3)"

Posting Komentar